Categories: NEWS

Balon Udara Besar Jatuh di Dekat Bandara Adi Soemarmo Solo, Polisi Buru Pembuatnya

Infoasatu.com, Solo – Sebuah balon udara berukuran besar jatuh di dekat Bandara Adi Soemarmo, Solo. Balon udara itu diduga diterbangkan dari luar Boyolali. Polisi kini akan memburu si pembuat balon udara tersebut.

“Saya sudah meminta dari Satintel dan Satreskrim untuk lidik,” kata Kapolres Boyolali, AKBP Morry Ermond, Senin (31/5/2021).

Morry menduga balon udara berukuran raksasa yang terbuat dari plastik raksasa itu bukan berasal dari Boyolali. Sebab, selama ini tidak ada tradisi warga menerbangkan balon udara di Boyolali.

“Tapi saya memastikan bahwasanya untuk balon udara ini bukan dari warga Boyolali, karena saya memonitor untuk tradisi membuat balon udara itu di Boyolali tidak ada. Dan itu sudah lama disosialisasikan oleh Lanud, terutama kita di sini kan ada Lanud, ada jalur penerbangan sipil, kemudian juga ada pangkalan udara militer, sehingga saya rasa itu bukan dari warga kita,” terang Morry.

Morry menyebut menerbangkan balon udara melanggar sejumlah aturan yakni Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 47 Tahun 2016, Permenhub No 180 Tahun 2015 tentang pengendalian pengoperasional sistem pesawat udara tanpa awak.

“Dan yang paling kuat untuk aturannya adalah Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) bagian 101 tentang balon udara yang ditambatkan, layang-layang, roket tanpa awak, dan balon udara bebas tanpa awak. Ini masuk,” jelasnya.

Selain itu, ada juga UU nomor 34/2004 tentang TNI, karena di Adi Soemarmo, juga ada pangkalan militer. Pihak Lanud, lanjut Morry, juga sudah berulang kali mengeluarkan surat edaran tentang larangan menerbangkan balon udara tersebut.

“Maka pada kesempatan ini saya mengimbau kepada masyarakat Boyolali dan sekitarnya. Bukan hanya yang dari Boyolali saja, terutama yang sekitarnya, sebaiknya tradisi balon udara ini ditiadakan atau diganti dengan tradisi lain yang lebih bermanfaat dan tidak berbahaya,” imbau dia.

“Karena kita tahu juga di beberapa kabupaten sudah banyak terjadi kejadian, di tahun lalu juga banyak kejadian, balon udara itu ke rumah penduduk kemudian terbakar. Kemudian ada yang mengganggu jalur penerbangan sipil. Itu juga berulang-ulang terjadi,” lanjutnya.

Pihaknya pun berharap agar tidak ada lagi warga yang menerbangkan balon udara di area Solo Raya. Sebab, keberadaan balon udara membahayakan penerbangan.

“Saya berharap mudah-mudahan di wilayah Boyolali dan sekitarnya, termasuk Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, terutama yang di sekitar Bandara Adi Soemarmo, saya minta untuk tidak ada lagi yang membuat tradisi-tradisi yang malah berbahaya seperti itu,” tutur Morry.

Facebook Comments
Alifah Muchdar

Leave a Comment

Recent Posts

Indira Yusuf Ismail, Menutup Kegiatan Penataran Wasit Lisensi C dan B2 Tingkat Kota Makassar

Infoasatu.com,Makassar--Ketua Persatuan Basket Seluruh Indonesia (Perbasi Kota Makassar, Indira Yusuf Ismail, menutup kegiatan Penataran Wasit…

4 hari ago

Hari Libur Nasional, UPTD Puskesmas Barombong Tetap Memberikan Pelayanan

Infoasatu.com,Makassar- Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Barombong tetap memberikan pelayanan kesehatan dasar selama libur Natal…

1 minggu ago

Walikota Makassar Imbau Masyarakat Waspada Bencana Hidrometereologi

Infoasatu.com,Makassar--Usai melakukan rapat kordinasi langsung bersama Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia (Menko PMK),…

1 minggu ago

Danny Pomanto Imbau Masyarakat Sambut Pergantian Tahun Dirumah bersama Keluarga

Infoasatu.com,Makassar--Sebelumnya Pemerintah Kota Makassar dalam hal ini Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengimbau seluruh…

1 minggu ago

Dzikir dan Doa Bersama Sambut Tahun Baru 2025

Infoasatu.com,Makassar--Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kota Makassar…

1 minggu ago

Pemkot Pastikan Tata Kelola Informasi Berjalan Sesuai Akuntabilitas

Infoasatu.com,Makassar--Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar secara resmi telah menetapkan Daftar Informasi yang Dikecualikan (DIK) setelah menyelesaikan…

1 minggu ago