Categories: Peristiwa

Korban Penodongan Senpi di MTC Cabut Laporan, Hasan Basri Masih Tersangka

Infoasatu.com, Makassar – Hendrik, korban penodongan senjata api oleh bos mal MTC di Makassar, Hasan Basri, menempuh jalur damai. Diketahui, Hendrik telah mencabut laporannya.

Hasan Basri, ditangkap polisi pada 26 Mei saat berada di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan. Ia ditangkap setelah dilaporkan Hendrik yang mengaku ditodong menggunakan senjata api oleh tersangka.

Kapolres Pelabuhan AKBP Aris Bachtiar mengatakan, korban mendatangi Mapolres Pelabuhan Makassar untuk mencabut laporan yang dibuatnya pada Jum’at (31/5). Pencabutan laporan ini setelah adanya perdamaian dan permohonan maaf dari tersangka kepada korban.

“(Surat permohonan maaf dan surat pernyataan damai) Ini mendasari pihak pelapor mendatangi kami untuk mencabut laporan yang dilaporkan ke Polres Pelabuhan. Dari sini Polres Pelabuhan menindak lanjuti pencabutan laporan tersebut dengan permohon maaf ini dibuat penyataan perdamaian antara kedua belah pihak yang ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan disaksikan oleh saksi kedua belah pihak,” kata Aris, Minggu (2/6/2019).

Ia menambahkan, permohonan maaf ini diketahui dibuat langsung oleh tersangka kepada korban.

“Bahwa pencabutan laporan ini didasari karena sudah ada permohonan maaf dari pihak tersangka disini Hasan Basri kepada pelapor yang dilakukan atas kesadaran penuh dari pihak tersangka dan ini disampaikan oleh pelapor. Dengan permohonan maaf inilah yang kemudian dituangkan ke dalam surat permohonan maaf yang ditandatangani anak beliau,” jelasnya.

Namun, pencabutan laporan itu tidak menggugurkan status Hasan Basri sebagai tersangka. Aris mengatakan Hasan Basri hingga kini masih ditahan di Mapolres Pelabuhan Makassar.

“Masih tetap ditahan di Polres Pelabuhan, status tersangka juga masih tetap. Cabut laporan tidak menggugurkan pidananya, harus setelah putusan pengadilan,” ungkapnya.

Diketahui, Hasan Basri dijerat dengan pasal 336 ayat 1 sub 335 ayat 1. Pelaku terancam hukuman 3 tahun penjara.

Sebelumnya, pada Minggu (26/5), Hendrik mendatangi Mapolres Pelabuhan untuk melaporkan penodongan yang dilakukan Hasan Basri terhadap dirinya. Hendrik menceritakan dirinya adalah salah seorang pedagang handphone di MTC dan melakukan protes kepada Hasan Basri terkait sebuah pameran yang dianggap merugikan pedagang.

Kejadian itu bermula saat Hendrik bersama teman temannya sesama pedagang di lantai I mall MTC memprotes adanya pameran di lantai Ground mall itu. Ia bahkan mengaku penodongan itu dilakukan hingga dua kali oleh Hasan Basri.

“Jadi dua kali saya ditodong oleh Hasan Basri,” ungkap Hendrik.

Facebook Comments
Alifah Muchdar

Leave a Comment

Recent Posts

Kedatangan Anies Baswedan di Glodok, Disambut Meriah Seperti Seorang Selebriti

Infoasatu.com, News - Anies Baswedan tetap menjadi figur favorit di Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, yang…

2 minggu ago

Singer Performance Fitri Meriahkan Heritage Run di Tengah Hujan Deras

Infoasatu.com,Makassar--Penyanyi berbakat Fitri berhasil menghibur peserta Heritage Run yang menjadi bagian dari rangkaian acara Jappa…

3 minggu ago

Hujan Tak Surutkan Semangat! Heritage Run Cap Go Meh 2025 Sukses Digelar

Infoasatu.com,Makassar--Perayaan Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2025 semakin semarak dengan digelarnya ajang Heritage Run,…

3 minggu ago

Hujan Gerimis Tak Surutkan Antusias Pengunjung Cap Go Meh

Infoasatu.com,Makassar--Suasana penuh semangat menyelimuti Festival Jappa Jokka Cap Go Meh yang berlangsung meriah di Makassar…

3 minggu ago

Festival Jappa Jokka Cap Go Meh: Ajang Unjuk Kebolehan dan Silaturahmi Atlet Barongsai

Infoasatu.com,Makassar--Pertama kali dalam Festival Jappa Jokka Cap Go Meh, menghadirkan Barongsai Competition tingkat Provinsi Sulawesi…

3 minggu ago

Pekan Olahraga Tradisional Mengawali Perayaan Jappa Jokka Cap Go Meh 2025

Infoasatu.com,Makassar--Pekan Olahraga Tradisional mengawali Perayaan Jappa Jokka Cap Go Meh 2025 yang digelar di Sepanjang…

3 minggu ago