Infoasatu.com, Makassar – Sentra penegakan hukum terpadu (Gakumdu) Bawaslu Provinsi Sulsel yang menyimpulkan KPU sebagai pihak terlapor tidak memenuhi usur pelanggaran yang didugakan terhadap UU No 10 tahun 2016 Pasal 144 ayat 2 dan pasal 180.
Hal ini tentu di luar dugaan banyak pihak, tak terkecuali Panglima Skuadron paslon Danny-Indira (DIAmi) Maqbul Halim. Sebab menurutnya, sangat jelas dan eksplisit tentang perbuatan KPU kota Makassar yang sengaja menghilangkan hak DIAmi di Pilkada 2018 ini.
Baca juga:
“Saya tidak mengerti putusan Gakumdu Sulsel itu. Sangat jelas dan eksplisit tentang perbuatan KPU Makassar yg sengaja menghilangkan hak Danny Pomanto sebagai calon walikota yang didapatkan di Panwaslu Makassar,” pungkasnya, Rabu (23/5).
“Pasal 180 ayat 2 UU No 10 2016, jelas dan eksplisit, tidak butuh penafsiran. Tapi kenapa Gakumdu Sulsel masih berpendapat lain, Apa yang terjadi?” tanya Maqbul.
Ia menilai cara bertugas Gakumdu Sulsel ini, serupa cara KPU Makassar tindak-lanjuti putusan Panwaslu Makassar sebelumnya. (*)
Infoasatu.com, News - Anies Baswedan tetap menjadi figur favorit di Pancoran, Glodok, Jakarta Barat, yang…
Infoasatu.com,Makassar--Penyanyi berbakat Fitri berhasil menghibur peserta Heritage Run yang menjadi bagian dari rangkaian acara Jappa…
Infoasatu.com,Makassar--Perayaan Festival Jappa Jokka Cap Go Meh 2025 semakin semarak dengan digelarnya ajang Heritage Run,…
Infoasatu.com,Makassar--Suasana penuh semangat menyelimuti Festival Jappa Jokka Cap Go Meh yang berlangsung meriah di Makassar…
Infoasatu.com,Makassar--Pertama kali dalam Festival Jappa Jokka Cap Go Meh, menghadirkan Barongsai Competition tingkat Provinsi Sulawesi…
Infoasatu.com,Makassar--Pekan Olahraga Tradisional mengawali Perayaan Jappa Jokka Cap Go Meh 2025 yang digelar di Sepanjang…
Leave a Comment